Mengapa pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu di Indonesia

tirto.id - Tanda-tanda akhir dari Perang Dunia II mulai terlihat sejak memasuki tahun 1945. Angin kemenangan telah menyelimuti pihak sekutu. Benar saja, pada 7 Mei 1945, Jerman mengakui kekalahannya dan menyerah kepada sekutu Barat di Reims. Menginjak 9 Mei 1945, Jerman kembali menyerah kepada Uni Soviet di Berlin.

Meskipun perang telah berakhir di Eropa, peperangan di Pasifik sedang mencapai puncaknya dan itu terjadi pada pertengahan 1945. Dengan kekuatan yang tersisa, Jepang terus berjuang mengalahkan Amerika. Kegigihan yang diperlihatkan Jepang menunjukkan bahwa mereka memiliki karakter yang tak gampang menyerah.

Konferensi Postdam

Para pemimpin sekutu yang telah menang dalam perang mengadakan pertemuan di Jerman. Pertemuan itu dikenal dengan nama Konferensi Postdam. Pemimpin sekutu yang menghadiri pertemuan itu, di antaranya Harry S. Truman (Presiden AS), Winston Churchill (PM Inggris), Joseph Stalin (PM Uni Soviet). Selain itu, hadir juga pemimpin nasionalis Cina Chiang Kai Sek.

Pada 24 Juli 1945, Amerika, Inggris, dan Cina menyampaikan hasil Konferensi Postdam yang intinya meminta kepada Jepang untuk menyerah tanpa syarat. Selain itu, Amerika juga memberikan ultimatum kepada Jepang. Amerika mengancam akan membombardir Jepang dengan kekuatan yang lebih keras, apabila permintaan menyerah tanpa syarat tidak dipenuhi.

Tragedi Bom Hiroshima dan Nagasaki (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dalam menanggapi ultimatum tersebut, terjadi perdebatan dari pihak Jepang, antara Jenderal Aya Anami, Perdana Menteri Suzuki, Menteri Luar Negeri Shigenori Togo, Jenderal Umezu, Admiral Sadajiro Toyoda dan Laksamana Yonai. Mereka terlibat dalam adu argumentasi mengenai seruan sekutu tersebut di dalam pertemuan Dewan Tertinggi Jepang pada 28 Juli 1945.

Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa Jepang tidak akan menanggapi seruan sekutu tersebut. Perdana Menteri Suzuki di depan radio militer Jepang menyatakan bahwa Deklarasi Postdam hanyalah bentuk lain dari Deklarasi Kairo, jadi tidak perlu ditanggapi.

Berdasarkan penelitian "Percikan Api Revolusi Di Kampung Tulung Magelang 1945" oleh Syaiful Amin dan Ganda Febri Kurniawan dalam Journal O Indonesian History (Volume 7, 2018), disebutkan bahwa Amerika yang tidak sabar lagi menunggu pernyataan menyerah dari Jepang dan melakukan pengeboman pada tanggal 6 Agustus di Kota Hiroshima dan 9 Agustus di Kota Nagasaki.

Ancaman terhadap Jepang pun belum berakhir. Sumarmo dalam "Pendudukan Jepang dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia" (1991) menyebutkan bahwa Rusia telah menyatakan perang kepada Jepang pada 8 Agustus 1945. Tidak main-main, Rusia langsung menyusuri Korea dan kemudian masuk ke Jepang. Rusia pun menyerbu Jepang dan akhirnya berhasil merebut Sakhalin.

Serangkaian peristiwa di atas pada akhirnya menyebabkan Jepang menyerah. Pernyataan menyerahnya Jepang kepada sekutu langsung disampaikan Kaisar Hirohito pada tanggal 14 Agustus 1945 melalui radio nasional. Namun, secara resmi Jepang menyerah kepada sekutu terjadi pada 2 September 1945 melalui penandatangan pernyataan menyerah di Teluk Tokyo tepatnya di atas kapal USS Missouri.

Baca juga:

  • Bagaimana Gempa Bumi 1923 Membuat Jepang Makin Konservatif?
  • Sejarah PETA di Zaman Pendudukan Jepang: Tugas, Tokoh, & Tujuan
  • Sejarah Gerakan 3A: Propaganda Jepang Demi Simpati Rakyat Indonesia

Baca juga artikel terkait JEPANG atau tulisan menarik lainnya Alhidayath Parinduri
(tirto.id - hdy/ale)


Penulis: Alhidayath Parinduri
Editor: Alexander Haryanto
Kontributor: Alhidayath Parinduri

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Mengapa pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu di Indonesia

Mengapa pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu di Indonesia
Lihat Foto

Bettmann

Peristiwa Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu ditandai upacara penandatanganan di atas kapal perang USS Missouri di Teluk Tokyo, 2 September 1945. Menteri Luar Negeri Jepang Mamoru Shigemitsu menandatangani mewakili pemerintah Jepang.

KOMPAS.com - Peristiwa Jepang menyerah pada Sekutu menimbulkan dampak bagi bangsa Indonesia dan memberikan kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Tahukah kamu peristiwa Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu?

Alasan Jepang menyerah pada Sekutu

Melansir Sumber Belajar Kemdikbud RI, sampai akhir 1943, kedudukan Jepang dalam perang Asia Pasifik mulai terdesak dan mengalami kekalahan dari pasukan Sekutu di beberapa tempat.

Dikutip dari History, pada 26 Juli 1945 Sekutu mengeluarkan Deklarasi Potsdam menuntut penyerahan tanpa syarat dari semua angkatan bersenjata Jepang.

Baca juga: Perumusan Naskah Proklamasi

Pada 28 Juli 1945, Perdana Menteri Jepang Kantaro Suzuki merespons dengan mengatakan kepada pers bahwa pemerintahnya tidak memperhatikan (pay no attention) ultimatum Sekutu.

Presiden Amerika Serikat Harry Truman memerintahkan pengeboman terhadap kota Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945). Berakibat kelumpuhan kondisi politik dan ekonomi Jepang.

Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Kaisar Hirohito tampil di radio nasional pertama kalinya, mengumumkan Jepang menyerah demi menciptakan perdamaian besar bagi generasi mendatang.

Amerika Serikat segera menerima menyerahnya Jepang. Peristiwa ini mengakhiri Perang Dunia II setelah empat tahun pertempuran antara Jepang dan Amerika Serikat.

Baca juga: Media Penyebaran Proklamasi Kemerdekaan

Upacara Jepang menyerah pada Sekutu

Melansir The New Daily, upacara penandatanganan menyerahnya Jepang dilakukan di atas kapal perang USS Missouri di Teluk Tokyo pada 2 September 1945.

Penandatanganan dilakukan di hadapan perwakilan sembilan negara Sekutu. Proses pertemuan hanya 23 menit dan disiarkan ke seluruh dunia.

Mengapa pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu di Indonesia

Mengapa pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu di Indonesia
Lihat Foto

Wikimedia Commons

Menteri Luar Negeri Jepang, Mamoru Shigemitsu, menandatangani dokumen penyerahan Jepang di atas USS Missouri di depan Jenderal Richard K. Sutherland pada 2 September 1945.

KOMPAS.com – Pada masa Perang Dunia II, tepatnya tanggal 14 Agustus 1945, terjadi sebuah peristiwa penting, yaitu Jepang menyerah kepada Sekutu.

Peristiwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu diawali dengan serangan dua bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945).

Kehancuran yang disebabkan oleh dua bom atom tersebut membuat pemerintahan Jepang melihat bahwa mereka tidak bisa lagi menghindari kekalahan dari Sekutu.

Menyerah tanpa syarat sendiri berarti penyerahan di mana tidak ada jaminan apapun yang diberikan kepada pihak yang menyerah. 

Menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada Agustus 1945 menandai akhir Perang Dunia II.

Baca juga: Akhir Perang Dunia II

Pada 7 Desember 1941, Jepang melakukan serangan terhadap Amerika Serikat dengan mengebom Pangkalan Laut mereka di Pearl Harbour, Hawaii.

Tujuan Jepang menyerang Pearl Harbour sendiri adalah untuk melumpuhkan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik.

Serangan ini mengakibatkan sebanyak 2.403 orang meninggal dan 1.178 orang terluka.

Sebagai bentuk respon atas pengeboman Pearl Harbour, pada tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.

Peperangan antara Jepang dan Amerika Serikat terus berlanjut sampai akhir masa Perang Dunia II pada 1945.