Cara melaksanakan sujud sahwi yang Benar ditunjukkan pada pernyataan nomor


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP materi Mengagungkan Allah Swt. Dengan Tunduk Pada Perintah-Nya lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Pilihan Ganda:

1. Perhatikan pernyataan di bawah ini!

1) Seseorang lupa kelebihan rakaat salat.

2) Memperoleh nikmat yang luar biasa.

3) Mendengar atau membaca ayat-ayat sajdah.

4) Meninggalkan salah satu rukun salat karena lupa.

5) Lupa kekurangan jumlah rakaat salat.

6) Selamat dari bahaya atau musibah

Penyebab melaksanakan sujud sahwi ditunjukkan pada nomor...

A. 1, 2 dan 3

B. 2, 3 dan 4

C. 1, 4 dan 5

D. 4, 5 dan 6

2. Ketika sedang melakukan Salat Magrib Ransi ragu terhadap jumlah rakaatnya, sehingga sebelum salam ia melakukan sujud...

A. Tilawah

B. Syukur

C. Sujud rukun

D. Sahwi

3. Rosyid melaksanakan Salat Zuhur. Namun ia lupa tidak melakukan

tasyahud awal. Sebelum salam ia melakukan sujud sahwi.

Ilustrasi tersebut menunjukkan hikmah melakukan sujud sahwi adalah....

A. Agar terhindar dari dosa

B. Terkesan salatnya khusyuk

C. Salatnya tampak lama

D. Menyadari manusia tempat salah dan lupa

4. Perhatikan Ilustrasi berikut!

Ketika Salat Aṣar, Toni ragu-ragu tentang jumlah rakaat yang telah dilakukan, oleh karena itu ia menambah rakaatnya dan sebelum salam melakukan sujud sahwi. Dengan kejadian tersebut, hikmah dari sujud sahwi adalah....

A. Menghindarkan dosa

B. Melengkapi jumlah rakaat

C. Memperbanyak sujud

D. Menghindarkan keraguan

5. Pada saat menerima pengumuman hasil ujian seorang siswa SMP ternyata memperoleh nilai yang memuaskan. Sebagai seorang muslim yang baik, disunahkan untuk mengerjakan sujud...

A. Syukur

B. Tilawah

C. Rukun

D. Sahwi

6. Perhatikan pernyataan berikut :

1) Memperoleh nikmat.

2) Membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah.

3) Lupa melaksanakan tasyahud awal.

4) Terhindar dari bahaya bencana alam.

Pernyataan yang bukan merupakan penyebab melaksanakan sujud syukur adalah....

A. 1) dan 2)

B. 2) dan 3)

C. 3) dan 4)

D. 1) dan 4)

7. “Betapa senang hati Haziq melihat namanya muncul sebagai juara I lomba Olimpiade sains tingkat Provinsi.” Jenis sujud yang tepat untuk pernyataan di atas adalah sujud ....

A. Syukur

B. Sahwi

C. Tilawah

D. Rukun

8. Aksa adalah salah seorang siswa yang taat beribadah dan rajin membaca Al-Qur’an. Suatu ketika ia membaca Al-Qur’an sampai pada ayat sajdah, lalu ia langsung melakukan sujud. Sujud yang dilakukan oleh Aksa adalah ...

A. Sujud ketika salat

B. Sujud tilawah

C. Sujud sahwi

D. Sujud syukur

9. Pada saat salat jamaah, imam membaca ayat sajdah tetapi tidak melakukan sujud tilawah, maka sebagai makmum yang dilakukan adalah . . . .

A. Menegur imam

B. Sujud tilawah sendirian

C. Mengajak teman di samping untuk sujud tilawah

D. Mengikuti imam tidak sujud, karena sujud tilawah adalah sunah

10. Surat dalam Al-Qur’an yang terdapat dua ayat sajdah ialah....

A. Q.S. al-Furqan

B. Q.S. ‘Ali ‘Imran

C. Q.S. an-Nisa’

D. Q.S. al-Hajj

Soal Essay:

  1. Syahrul lupa atau ragu-ragu di dalam salat. Ia mengerjakan sujud dua kali sebelum salam setelah tasyahud akhir. Sujud yang dilakukannya disebut dengan sujud sahwi. Tuliskan bacaan sujud tersebut lengkap dengan terjemahnya!
  2. Bagaimana cara melaksanakan sujud tilawah pada saat sedang salat?
  3. Pada saat menerima pengumuman hasil ujian, seorang siswa SMP ternyata memperoleh nilai yang memuaskan. Sebagai seorang muslim yang baik, ia disunahkan untuk melakukan sujud syukur. Bagaimana cara melakukan sujud syukur?
  4. Jelaskan hikmah melaksanakan sujud syukur?
  5. Bagaimana cara menanamkan sikap rendah hati, menjauhkan diri dari perilaku sombong dan takabur dalam kehidupan sehari-hari? 
Kunci Jawaban Pilihan Ganda:

Kunci Jawaban Essay:

1. Bacaan sujud tersebut yaitu “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan lupa”.

2. Cara melaksanakan sujud tilawah pada saat sedang salat adalah pada saat sedang berdiri dalam salat membaca ayat sajdah atau imam membaca ayat sajdah, kita langsung melakukan sujud satu kali dengan membaca doa sujud tilawah. Setelah selesai melakukan sujud tilawah tersebut kita langsung berdiri lagi dan melanjutkan salat kembali.

3. Cara melakukan sujud syukur adalah sebagai berikut:

1. Menghadap kiblat

2. Niat untuk sujud syukur

3. Sujud seperti sujud dalam salat dengan membaca doa sebagai berikut:

“Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar,”

4. Duduk kembali

5. Salam

4. Hikmah melaksanakan sujud syukur yaitu:

  • Orang yang mendapatkan nikmat dan kelebihan kalau tidak berhati-hati dapat lupa diri sehingga menjadi angkuh atau sombong. Orang yang melakukan sujud syukur akan terhindar dari sifat sombong atau angkuh tersebut.
  • Memperoleh kepuasan batin berkaitan dengan anugerah yang diterima dari Allah Swt.
  • Merasa dekat dengan Allah sehingga memperoleh bimbingan dan hidayah-Nya.
  • Memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt. dan selamat dari siksa- Nya.

5. Cara menanamkan sikap rendah hati, menjauhkan diri dari perilaku sombong dan takabur dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  • Menjadi suritauladan yang baik bagi keluarga dan lingkungan masyarakat. 
  • Membuat kalender “rendah hati” untuk mencatat apa yang sudah dilakukan. 
  • Memberikan pujian terhadap prestasi yang diperolehnya dan jika tidak mendapatkan prestasi memberikan support dan tidak menyalahkan siapapun.
  • Segera meminta maaf dan mengakui kesalahannya jika melakukan kesalahan

Jakarta -

Apakah sahabat hikmah pernah tiba-tiba lupa dengan gerakan sholat, lupa dengan bacaannya bahkan jumlah rakaat saat sholat? Sebagai solusi, biasanya umat muslim akan melakukan sujud sahwi setelah sholat. Bagaimana penjelasannya?

Pengertian Sujud Sahwi
Melansir dari buku Serba-serbi Sujud Sahwi karya Maharati Marfuah, Lc, kata sahwi merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang artinya lupa atau lalai.

Sementara itu, menurut ahli fiqih, sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan di akhir sholat atau setelahnya karena adanya kekurangan, baik dengan meninggalkan apa yang diperintahkan atau mengerjakan apa yang dilarang tanpa sengaja.

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits dan dikisahkan oleh Abu Sa'id Al Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

Artinya: "Apabila kalian ragu dalam (jumlah bilangan rakaat) sholat, maka tinggalkan keraguan dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan." (HR. Muslim no. 571).

Sebab Sujud Sahwi
Seperti yang dikutip dari buku Sujud Sahwi, Sujud karena Lupa dalam Shalat yang ditulis oleh Al Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-ÕUtsaimin, penjelasan mengenai sebab-sebab dilakukan sujud sahwi terdapat tiga kondisi, yaitu menambah, mengurangi, dan ragu dalam sholat fardhu atau sunnah karena lupa.

Oleh sebab itu, diwajibkan untuk melakukan sujud sahwi. Berikut ini tata cara lengkap mengenai sujud sahwi yang dirangkum oleh detikcom.

Tata Cara Sujud Sahwi
Menurut sejumlah hadits dan disepakati para ulama, sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sebelum salam seberapa pun kesalahan dalam sholatnya. Sujud sahwi menurut sunnah dilakukan di dalam salam.

Sebagaimana diriwayatkan dari 'Abdullah bin Buhainah dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari nomor 1224 dan Imam Muslim nomor 570:

فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Artinya: "Setelah beliau (Rasulullah SAW) menyempurnakan sholatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam." (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

1. Didahului dengan Takbir
Sebagian ulama berpendapat, wajib untuk mengucap takbir sebelum mengerjakan sujud sahwi yang dilakkan sebelum atau setelah memberi salam. Hal ini pun disebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah.

"Beliau (Nabi) sholat dua rakaat kemudian memberi salam kemudian bertakbir lalu sujud seperti sujud biasa atau lebih lama. Kemudian Beliau mengangkat kepalanya lalu bertakbir kemudian meletakkan kepalanya lalu bertakbir lalu sujud seperti sujudnya yang biasa atau lebih panjang. Kemudian Beliau mengangkat kepalanya dan bertakbir," (HR. Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah).

2. Dilakukan seperti sujud biasa
Sujud sahwi dilakukan sesuai dengan adab sujud biasa artinya sujud dengan tujuh anggota tubuh (kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki).

Kemudian menjauhkan kedua lengan dari kedua lambung, menjauhkan perut dari kedua paha, merenggangkan kedua lutut dan saat sujud bisa membaca:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Bacaan latin: Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw.

Artinya: "Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa.

3. Bila lupa, dianjurkan diulang kembali
Menurut Syekh Abdullah Bafadhl, cara sujud sahwi dilakukan dengan melakukan dua kali sujud sebelum salam. Bila seseorang lupa melakukan sujud sahwi, maka dianjurkan untuk masuk kembali ke dalam sholat dan melakukan sujud sahwi.

"Sujud sahwi meski banyak (yang dilupakan dalam sholat) tetap dua sujud seperti sujud sholat. Tempat sujud sahwi adalah waktu antara tasyahud akhir dan salam. Kesunahan sujud sahwi luput sebab salam secara sengaja, demikian juga luput bila lupa tetapi jeda setelah salam terlalu lama. Tetapi ketika jeda setelah salam cukup singkat, maka ia melakukan sujud sahwi. Artinya, ia kembali masuk ke dalam sholat." (Lihat Syekh Abdullah Bafadhl, Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah, [Beirut: Darul Fikr, 2012 H/1433-1434 M], juz I, halaman 244-246).

Hukum Sujud Sahwi

Masih mengutip dari buku yang sama, diperintahkan mengerjakannya hanya sebab kelupaan di dalam pelaksanaan sholat fardhu atau sholat sunnah.

Oleh karena itu, hukum mengerjakannya dalam sholat sunnah adalah sama dengan hukum mengerjakannya dalam sholat fardhu.

Sementara itu, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri mengatakan, mayoritas ulama berpendapat bahwa seorang makmum yang lupa di belakang imam tidak wajib melakukan sujud sahwi. Kecuali imam yang lupa. "Maka ia (makmum) wajib melakukan sujud bersamanya," kata dia.

(nwy/nwy)