Bagaimana cara agar tidak sakit perut?

Bagaimana cara agar tidak sakit perut?
Pertolongan pertama saat sakit perut. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat)

Jakarta -

Sakit perut bisa muncul karena berbagai sebab dan dapat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab yang paling umum adalah karena kembung yang memicu rasa tidak nyaman.

Sakit perut yang ringan seperti ini biasanya akan membaik sendiri. Hanya saja ada beberapa hal yang diketahui bisa jadi cara mengobati sakit perut agar bisa reda lebih cepat.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut langkah-langkah pertolongan pertama sakit perut:

1. Minum air putih

Tubuh membutuhkan cairan untuk bisa mencerna dan memproses nutrisi pada makanan dengan baik. Saat seseorang mengalami dehidrasi maka proses pencernaan bisa semakin sulit dilakukan dan hal ini meningkatkan risiko terjadinya sakit perut.

Karena itu disarankan menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih. Para ahli menyarankan orang dewasa minum 2-3 liter air putih setiap hari.

2. Jangan berbaring

Rasa sakit perut juga bisa muncul ketika asam naik dari lambung. Karena itu orang-orang tidak disarankan berbaring bila baru selesai makan.

Bila memang harus berbaring maka tempatkan bantal atau benda lain yang bisa berfungsi sebagai penyanggah kepala. Tujuannya agar posisi kepala lebih tinggi dari tubuh sehingga asam lambung tidak terlalu naik ke saluran pencernaan bagian atas.

3. Konsumsi mint atau jahe

Beberapa studi melihat tumbuhan seperti mint atau jahe dapat berfungsi sebagai 'pelega' nyeri perut. Ini berkat kandungan di dalam mint dan jahe yang bermanfaat melancarkan otot-otot saluran cerna.

4. Mandi atau kompres air hangat

Mandi atau kompres dengan air hangat juga bisa membantu membuat rileks otot-otot saluran cerna. Hal ini disebut akan mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.

5. Air kelapa

Air kelapa juga bisa jadi obat sakit perut alami. Kandungan potasium and magnesium di dalam air kelapa diketahui dapat meredakan nyeri akibat keram atau kejang otot saluran cerna.

Air kelapa juga baik dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Simak Video "Kenapa Saat Demam Dianjurkan Banyak Minum Air Putih?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Perut melilit merupakan istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan nyeri atau kram pada perut. Meski kondisi ini umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk meredakannya.

Perut melilit merupakan salah satu keluhan pada sistem pencernaan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini paling sering terjadi akibat peradangan, penumpukan gas berlebih, infeksi saluran cerna, keracunan makanan, atau intoleransi laktosa.

Bagaimana cara agar tidak sakit perut?

Selain itu, perut melilit juga bisa disertai dengan gejala lain di saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, atau konstipasi. Meski begitu, ada beberapa cara yang Anda dapat coba lakukan untuk meredakan, bahkan mengatasi perut melilit.

Cara Alami untuk Mengatasi Perut Melilit

Sebelumnya telah disebutkan bahwa kondisi perut melilit bisa disebabkan oleh berbagai hal, sehingga penanganannya pun bisa berbeda-beda. Nah, ada beberapa bahan-bahan alami yang bisa Anda coba gunakan untuk meredakan perut melilit. Berikut ini adalah beberapa bahannya:

1. Jahe

Menurut penelitian, jahe merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki potensi untuk mengatasi sakit perut, termasuk perut melilit. Hal ini karena jahe memiliki sifat antiradang, sehingga mampu meredakan peradangan di saluran cerna.

Untuk mengatasi sakit perut melilit, Anda dapat menyeduh irisan jahe ke dalam secangkir teh hangat.

2. Teh chamomile

Teh chamomile telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah pencernaan, terutama perut melilit. Manfaat teh ini diduga berasal dari senyawa aktif bersifat antiradang di dalamnya yang dapat menenangkan perut dan merelaksasi otot pencernaan.

Untuk meredakan perut melilit, Anda bisa mengonsumsi teh chamomile yang kini sudah banyak dikemas dalam bentuk teh seduh. Anda hanya perlu menyeduhnya dengan segelas air putih hangat.

3. Daun mint

Bahan alami lainnya yang juga dikalim dapat meredakan sakit perut adalah daun mint. Hal ini karena kandungan mentol pada daun ini berperan sebagai antinyeri alami yang bisa mengurangi rasa perih di perut dan mengurangi mual.

Ada beberapa cara memanfaatkan daun mint untuk meredakan sakit perut melilit, mulai dari menyeduhnya dengan teh hangat, merebus daun mint, hingga mengunyah daun mint secara langsung.

4. Cuka sari apel

Cuka sari apel merupakan salah satu bahan alami yang dipercaya dapat meredakan perut melilit. Kandungan asam dalam cuka sari apel dapat mengurangi kelebihan serat atau pati di saluran cerna dan membantu pengeluarannya dari usus.

Dalam penggunaannya, Anda cukup minum satu sendok cuka sari apel saat mengalami perut melilit. Jika tidak menyukai rasa asam yang terlalu kuat, Anda bisa  mencampur satu sendok cuka sari apel dengan segelas air putih dan satu sendok madu, lalu minum secara perlahan.

Meski begitu, cara ini tidak dianjurkan bagi penderita perut sembelit karena berisiko memicu peradangan di usus atau masalah pada lambung, seperti penyakit asam lambung.

5. Diet BRAT

Diet BRAT merupakan istilah untuk mengonsumsi pisang, nasi, bubur apel, dan roti gandum. Menurut penelitian, empat jenis makanan tersebut diketahui dapat meredakan sakit perut, mual, dan diare.

Makanan di atas juga mengandung sedikit serat dan mampu mengikat sisa makanan di saluran cerna, sehingga feses mudah terbentuk dan dikeluarkan dari saluran pencernaan.

Aneka bahan alami seperti di atas mungkin dapat dicoba untuk meringankan keluhan perut melilit yang Anda derita. Meski begitu, kemungkinan tidak semua orang dapat mengalami manfaatnya mengingat bahan alami tersebut masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan efektivitasnya.

Hal yang Dapat Dilakukan untuk Meredakan Perut Melilit

Selain beberapa bahan alami di atas, beberapa tindakan di bawah ini juga bisa dilakukan untuk meredakan sakit perut melilit:

  • Batasi atau hindari kegiatan yang bisa menumpuk udara berlebih di perut, seperti merokok, mengonsumsi makanan terlalu cepat, mengunyah permen karet, dan mengonsumsi minuman bersoda.
  • Hentikan konsumsi makanan pemicu terjadinya sakit perut melilit, seperti makanan pedas serta makanan yang terlalu manis dan tinggi garam
  • Konsumsi makanan dengan porsi sedikit, tetapi sering.
  • Hindari kebiasaan berbaring setelah makan, tunggu setidaknya 2 jam.
  • Cukupi kebutuhan istirahat.
  • Gunakan bantal penghangat atau botol yang diisi air hangat dan letakkan di atas perut yang sakit untuk meredakan rasa sakitnya.

Perut melilit umumnya bukan kondisi serius. Namun, jika perut melilit tidak kunjung membaik meski sudah menerapkan cara di atas atau disertai gejala lainnya, seperti demam, muntah, dan diare berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 9 Desember 2018

Langkah pertama mengatasi sakit perut?

Pertolongan Pertama Si Kecil Sakit Perut.
Memberi kompres hangat. Ibu pasti ingat, zaman dahulu, orangtua atau nenek kita biasanya akan menaruh botol berisi air hangat atau bantal penghangat di perut saat sakit perut. ... .
2. Beri si Kecil minum banyak cairan. ... .
Pijat perut dan punggung si Kecil..

Gimana biar perut tidak sakit?

Berikut ini adalah beragam cara mengatasi sakit perut secara alami maupun dengan bantuan obat yang tersedia:.
Minum air putih. ... .
Menghindari posisi badan berbaring. ... .
Konsumsi jahe. ... .
Manfaatkan daun mint. ... .
Mandi air hangat atau kompres panas. ... .
6. Diet BRAT. ... .
7. Menghindari merokok dan minum alkohol..

Apa yang menyebabkan perut sakit?

Sakit perut sering kali dipicu oleh gangguan pada organ dalam perut, seperti lambung, pankreas, empedu, hati, limpa, usus, dan ginjal. Pada wanita, sakit perut juga bisa disebabkan oleh nyeri haid (dismenore) dan gangguan pada rahim atau indung telur.

Berapa lama sakit perut?

Gejala yang Dialami Berbeda, Tidak Hanya Sakit Perut Biasanya gejala berlangsung sehari hingga dua hari. Namun, kondisi tersebut kadang juga dapat bertahan sampai sepuluh hari. Jika gejalanya tidak sembuh-sembuh dalam waktu lama, segera periksakan diri ke dokter.