Apa jenis batik yang dibuat tidak menggunakan malam lilin?

Ahmad Zubaidi | Rabu, 02/10/2019 10:19 WIB

RADARBANGSA.COM - Batik merupakan kain tradisional khas Indonesia yang memiliki ragam motif khas dari daerah asalnya. Selain itu, ada beberapa jenis batik yang perlu anda tahu.

Seperti batik tulis, batik cap, dan batik print. Ketiga jenis batik tersebut juga berbeda, mulai dari cara membuatnya, motif, hingga perbedaan harga yang cukup signifikan.

Ketika anda membeli batik di pasar atau toko khusus, tak jarang ditemui penjual batik yang `nakal` menawarkan kualitas barang dagangannya.

Apalagi jika anda tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang batik. Untuk itu, sebelum kamu membeli batik, ketahui terlebih dahulu perbedaan antara batik tulis, cap, dan print.

1. Batik Tulis

Sesuai dengan namanya, batik ini dibuat dengan teknik menulis menggunakan canting atau dengan kata lain langsung dari tangan para pembatik. Karna proses pembuatannya yang rumit, tak heran jika batik tulis dijual dengan harga mahal.

Batik tulis dibuat dari malam atau lilin khusus membatik sehingga aromanya tidak menyengat. Warna dasar kain batik tulis juga lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya.

Tinta yang digunakan pun cenderung terlilhat tembus hingga bagian belakang kain. Ciri-ciri batik tulis lainnya adalah motifnya yang tidak berulang, kombinasi warna yang lebih banyak, dan warna dasarnya bisa gelap atau cerah.

2. Batik Cap

Sama halnya dengan batik tulis, batik cap juga menggunakan malam atau lilin sehingga aromanya juga tidak menyengat. Perbedaan yang tampak dari batik cap adalah dari proses pembuatannya yang cenderung lebih sederhana dan berulang.

Batik jenis ini menggunakan cap yang terbuat dari plat besi dan sudah memiliki cetakan motif yang sama. Cetakan ini nantinya akan di stempel di atas kain. Dalam proses pembuatannya, batik cap lebih mudah dan cepat daripada pembuatan batik tulis.

3. Batik Print

Berbeda dengan batik tulis dan batik cap, batik print dibuat dengan menggunakan bahan kimia tekstil sehingga menghasilkan aroma yang berbeda. Banyak pengusaha yang memproduksi kain batik karena proses pembuatannya yang cepat dan mudah.

Tak heran jika batik print harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan batik tulis dan batik cap. Kamu akan menemukan warna yang lebih meriah, sebab pada batik print ditambahkan bahan kimia untuk menghasilkan warna yang diinginkan.

Motif pada jenis batik ini juga lebih rapi, simetris, dan sempurna. Dijamin akan tampak lebih rapi sekaligus tidak bercela. Karena dibuat dengan bahan kimia khusus tekstil, cat pada batik ini juga tidak akan tembus hingga ke bagian belakang kain.

Berita Terkait :

Ilustrasi Jenis-jenis Batik dan Proses Pembuatannya Foto: Unsplash

Sabtu (2/10), Hari Batik Nasional tengah disambut di Nusantara. Peringatan ini berupaya memperingati penetapan batik oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009 silam.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Kemenkumham, peringatan Hari Batik Nasional juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Tanah Air dalam melindungi dan mengembangkan batik sebagai pusaka budaya Indonesia.

Dalam buku Modul Digital Muatan Lokal Batik tulisan Yeni Fisnani (2019), batik sendiri didefinisikan sebagai seni grafis yang dirancang menggunakan teknik, pola, dan motif tertentu yang mempunyai nilai seni, arsitektur, kebudayaan, dan sebagai produk mata pencaharian.

Dahulu, batik identik dengan motif hewan dan tumbuhan. Namun seiring berjalannya waktu, motif batik semakin bervariasi, mulai dari motif manusia, bangunan, geometris, dan masih banyak lagi.

Apabila dilihat dari proses pembuatannya, batik terbagi menjadi beberapa jenis. Sebagian batik dibuat secara manual, namun ada juga yang menggunakan mesin.

Untuk memperkaya pengetahuan, mari simak jenis-jenis batik dan proses pembuatannya melalui artikel berikut.

Ilustrasi Jenis-jenis Batik dan Proses Pembuatannya Foto: Unsplash

Jenis-jenis Batik dan Proses Pembuatannya

Berikut jenis-jenis batik dan proses pembuatannya yang dikutip dari buku Pelajaran Seni Budaya 1 karya Drs. Margono, M. Sn., dkk dan buku Kebanggaan Indonesia Batik Menjadi Warisan Dunia oleh Dodi Mawardi:

Batik tulis dikenal sebagai batik istimewa, harganya pun cenderung lebih mahal dibanding jenis batik lainnya. Ini karena pembuatan batik tulis tergolong sulit. Diperlukan ketelitian, kesabaran, dan waktu yang lama untuk menyelesaikan batik tulis.

Batik tulis dibuat secara manual menggunakan tangan. Canting menjadi alat yang digunakan untuk menulis malam atau lilin pada kain.

Sebuah batik tulis paling cepat diselesaikan dalam dua minggu. Namun jika tingkat kerumitan tinggi, proses pembuatan batik bisa mencapai hitungan bulan hingga tahunan.

Proses pembuatan batik tulis mencakup nyungging, njaplak, nglowong, ngiseni, nyolet, mopok, nembok, ngelir, nglorod, ngrentesi, nyumri, dan nglorod.

Berbeda dengan batik tulis, proses pembuatan batik cap lebih sederhana. Cap sendiri merupakan stempel bermotif yang terbuat dari besi atau tembaga. Cap menggantikan posisi canting yang digunakan dalam pembuatan batik.

Adapun proses pembuatan batik cap meliputi, penyiapan bahan baku batik cap, menghilangkan malam bawaan benang bahan baku, pengeringan, penyiapan bahan pewarnaan, pembatikan cap atau proses pewarnaan, pembilasan, pengeringan, hingga pengemasan.

Jenis batik ini dibuat menggunakan kombinasi teknik batik tulis dan batik cap. Kehadiran teknik tersebut berupaya mengurangi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada batik tulis. Proses pembuatan batik ini cenderung rumit, khususnya dalam penggabungan motif batik tulis dan motif cap.

Ilustrasi Jenis-jenis Batik dan Proses Pembuatannya Foto: Shutterstock

Seperti namanya, batik ini dibuat dengan cara melukis. Proses pembuatan batik lukis tidak membutuhkan malam serta canting, namun menggunakan cat minyak dan kuas. Dalam pembuatannya, pembatik akan melukis di atas kain layaknya melukis pada kanvas.

Umumnya, jenis batik ini menghadirkan warna-warna yang lebih berani dan serat kuas tegas pada coraknya. Harga batik lukis cenderung mahal karena jenis batik ini memiliki nilai seni yang tinggi.

Proses pembuatan batik printing meliputi pembuatan motif, penguraian warna, pengafdrukan, pembuatan bahan warna afdruk, hingga penyablonan.

Sementara itu, alat yang digunakan adalah mesin print tekstil. Harga batik printing lebih murah dibanding batik tulis karena proses pembuatannya murni menggunakan mesin.

Batik sablon sejatinya berbeda dengan batik printing. Proses pembuatan batik sablon tidak hanya menggunakan mesin, namun juga hasil karya tangan manusia. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatannya adalah prangkan dan rakel.

Tingkat kesulitan batik sablon cenderung lebih rendah, waktu yang dibutuhkan untuk pembuatannya juga singkat. Hal inilah yang membuat batik sablon dibanderol dengan harga yang lebih murah dibanding batik tulis dan cap.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA